Pemdes Barangka Bakal Gelar Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton: Wadah Pelestarian Identitas Budaya

Oplus_131072

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Pemerintah Desa (Pemdes) Barangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara menggelar rapat bersama dalam rangka pembentukan panitia kegiatan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton sebagai Wadah Pelestarian Identitas Budaya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong Desa Barangka sebagai pusat pelestarian budaya transportasi tradisional sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal.

Rapat yang dilaksanakan di balai desa ini dihadiri oleh kepala desa beserta perangkat desa, tokoh adat, Babinsa Desa Barangka, serta masyarakat Desa Barangka. Seluruh elemen yang hadir menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat identitas budaya masyarakat Buton,” kata Ketua Koordinator Kegiatan, Dian Budiman melalui rilis yang diterima media ini, Senin (13/4/2026) siang.

Lanjut Dian, kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari tokoh adat Desa Barangka. Mereka menilai bahwa transportasi tradisional, seperti perahu khas daerah, merupakan bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat pesisir yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembentukan struktur panitia yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, pemuda, hingga perwakilan masyarakat. Pembentukan panitia ini diharapkan dapat memperlancar koordinasi dan persiapan kegiatan, baik dari segi teknis pelaksanaan maupun partisipasi masyarakat.

Perwakilan Babinsa Desa Barangka menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung sekaligus mengamankan jalannya kegiatan festival, sehingga dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 18–19 April 2026. Selain menampilkan berbagai bentuk transportasi tradisional, festival ini juga akan diramaikan dengan kehadiran pelaku UMKM yang menyajikan beragam makanan tradisional khas Desa Barangka. Kehadiran UMKM ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik festival sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Festival ini juga mendapat dukungan pendanaan dari Dana Indonesiana, LPDP, serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal di daerah.

Dian Budiman juga tak lupa menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam rapat tersebut. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan pemerintah desa, tokoh adat, Babinsa, dan seluruh masyarakat,” ucapnya.

“Festival ini menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna,” sambungnya.

Lebih lanjut Dian Budiman mengatakan, kegiatan tersebut dapat menjadi titik awal dalam menghidupkan kembali budaya transportasi tradisional di Pulau Buton serta mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap warisan leluhur.

“Harapan kami, festival ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, tetapi bisa menjadi agenda berkelanjutan yang berdampak pada pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan, melihat antusias masyarakat yang hadir dalam rapat tersebut, ia pun berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisata serta memperkuat perekonomian desa.

“Dengan terbentuknya panitia dan dukungan dari berbagai pihak, Festival Transportasi Tradisional Pulau Buton diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang membanggakan bagi masyarakat Desa Barangka serta wilayah Pulau Buton secara umum,” harapnya. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *