TERAWANGNEWS.com, BUTON – Pemilik rumah di Desa Galanti, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Wa Ode Nipa keluhkan biaya kontrak rumahnya yang tidak jelas, dan dibayar dengan cara dicicil.
Rumah Wa Ode Nipa rencananya dikontrak untuk digunakan sebagai dapur SPPG Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bangunan tersebut dikontrak oleh Yayasan Bangun Individu Sehati yang dikelola oleh Wa Ode Munzila sejak Juni 2025 lalu. Namun, sampai saat ini belum beroperasi.
“Pusing juga, mana uang kontraknya dicicil, kadang 500, kadang 1 juta, dan yang bikin saya emosi itu belum lama ini saya dikasih hanya 200 ribu,” katanya saat ditemui di kediamannya, Jumat (31/7/2026) siang.
Mengenai alasan belum beroperasinya dapur MBG tersebut, ia mengaku tak tahu menahu. Tapi, ia dengar karena pengelola belum punya uang yang cukup.
“Saya tidak tahu juga, tapi katanya belum ada uangnya,” sebutnya.
Adapun biaya kontrak yang disepakati lanjut Wa Ode Nipa yaitu Rp30 juta per tahun. Namun, yang baru dibayarkan baru sekira hampir Rp20 juta.
“Satu tahun 30 juta, mulai jalan itu sejak bulan 6 tahun lalu itu. Dan yang dibayar baru sekitar hampir 20 juta. Itupun dicicil,” ungkapnya.
Selain itu, yang membuat dirinya kesal adalah tidak ada inisiatif dari Wa Ode Munzila untuk membayar biaya kontrak rumahnya tersebut. Kalau bukan dirinya yang meminta duluan, mungkin tidak diberikan.
“Kalo saya tidak minta mungkin dia tidak kasih. Itu pun saya harus minta, kadang 500, 1 juta dan terakhir itu yang 200 itu, saya emosi betul eee, 200 itu kita mau belikan apa. Baru saya minta kadang nanti beberapa bulan nanti habis uang belanjaku, tapi kalo inisiatif dari dia tidak ada,” bebernya.
“Dan biar dia sudah lunasi itu sisanya, saya nda mau lagi kasih kontrak rumahku ini, daripada dia kasih pusing saya lagi,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, terawangnews.com belum mendapatkan konfirmasi dari Wa Ode Munzila. Dikirimi pesan di WhatsApp belum dibalas. (Adm)













