TERAWANGNEWS.com, BUTON – Sarana prasarana di SDN 73 Buton, tepatnya di Desa Siomanuru, Kecamatan Lasalimu Selatan khususnya papan tulis yang digunakan sebagai salah satu media pembelajaran sangat tidak layak digunakan, pasalnya, kondisi hampir semua kelas di sekolah itu papan tulisnya rusak parah, retak dan berlobang.
Kondisi itu sudah berlangsung kurang lebih satu tahun sejak tahun 2024 lalu. Parahnya, pihak sekolah seakan tak perduli dengan kondisi tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Halimin dengan tegas mengatakan, tidak ada alasan pihak sekolah tidak mengganti papan tulis tersebut, apalagi berasalan Dana BOS tidak cukup.
“Saya sudah konfirmasi langsung ke kepala sekolahnya, saya bilang itu Dana BOS bisa dipake untuk itu (ganti papan tulis-red),” kata Halimin saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (29/8/2025) pagi.
Ia menegaskan, tidak ada alasan pihak sekolah mengatakan bahwa Dana BOS tidak cukup untuk mengganti papan tulis rusak tersebut.
“Tidak ada alasan tidak cukup anggaran, Dana BOS itu cukup apalagi hanya mau ganti papan tulis itu,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, siswa siswi di SDN 73 Buton terpaksa harus belajar dengan menggunakan papan tulis yang rusak. Hal itu sudah berlangsung sekira satu tahun sejak 2024.
Kepala SD Negeri 73 Buton, I Bagus Nyoman Suratma mengaku tidak tahu pasti penyebab rusaknya papan tulis itu. Hanya saja, menurut dia, kerusakan terjadi saat adanya pembangunan sejumlah gedung baru atau rehab di sekolah tersebut pada tahun 2024 lalu.
Kejadiannya itu waktu pembangunan gedung ini (tahun 2024-red), jadi pada waktu pembangunan gedung papan tulis itu masih bagus hanya waktu itu, waktu kita gunakan gedung diatas nda ada pintu nda jendela, di sore hari itu ya namanya orang luar bisa masuk akhirnya rusak,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/8/2025) siang.
Terhadap kondisi itu lanjut I Bagus, pihaknya sekira satu minggu terkahir baru mampu memesan tiga papan tulis dari hampir keseluruhan papan tulis yang rusak, dikarenakan terbatasnya anggaran. Sumber dananya dari Dana BOS tahun 2025.
“Saya sudah pesankan tiga papan tulis sekitar minggu lalu, baru kita pesan karena kendalanya waktu pemindahan itu yang satu kelas itu (kelas 2 – red), saya nda paham itu ternyata yang bagus digunakan di perpustakaan karena pikiran saya itu, ini masih ada sisa satu, oh ini bisa dimanfaatkan begitulah,” ujarnya.
“Karena pada waktu itu juga, kita juga inikan di perubahan anggaran ini tidak serta merta seperti zaman manual dulu. Tapi yang jelas di tahun ini kita sudah anggarkan dan sudah kita pesankan mudah-mudahan secepatnya ada,” sambung I Bagus.
“Sementara saya pesan tiga karena ini kondisi anggaran, karena begini di aturan sekarang ini dipeliharaan sarpras ini tidak boleh lebih dari 20 persen itu permasalahannya, kalo tahun kemarin enak, jadi sebelum ada juknis baru kita suka-suka tapi sekarang tidak bisa, kita dibatasi,” katanya lagi.
Apalagi tambah I Bagus, pihaknya sudah terlebih dahulu memesan 6 lemari sebelum papan tulis tersebut rusak. Sehingga anggaran terbatas untuk mencukupi kebutuhan papan tulis yang rusak saat ini.
“Karena saya sudah terlanjur pesan lemari enam, yang tiga itu sudah ada, lemari sebelum papan tulis rusak, yang tiga itu saya pesan di Bulan Desember 3 lemari, diawal tahun 3, 3 ini sudah ada,” ungkapnya.
Pantauan media ini, dari seluruh papan tulis yang ada di enam kelas di sekolah tersebut, hampir semua rusak, kerusakannya mirip bolong-bolong dan retak. Namun, yang paling parah ada 3 kelas diantaranya di kelas 2, 3 dan 5.
Sejumlah guru yang ditemui media ini, mengaku tidak bisa berbuat apa-apa atas kondisi tersebut. Mereka terpaksa mengajar dengan kondisi papan tulis yang sangat memprihatinkan.
“Kita ini hanya anak buah pak bisa berbuat apa-apa, dia rusak ini sudah sekitar 1 tahunan,” kata sejumlah guru sesaat sebelum awak media ini bertemu dengan kepala sekolah, I Bagus Nyoman Suratma.
Terkini, informasi yang diperoleh awak media ini, Kamis (28/8/2025) kemarin, pihak sekolah baru mengganti papan tulis di kelas 2, itupun menggunakan papan tulis bekas yang diambil dari Perpustakaan. Sementara kelas lainnya masih mengunakan papan tulis rusak.
Terkait informasi itu, Terawangnews.com belum mendapatkan konfirmasi dari pihak sekolah. Berulang kali dihubungi melalui telepon, Kepala SDN 73 Buton, I Bagus Nyoman Suratma tidak diangkat, begitu juga saat dikirim pesan lewat WhatsApp belum dibalas. (Adm)