Hukrim  

Maraknya Aktivitas Mafia BBM Subsidi di Buton, Penadah Akui Jual Minyak ke Luar Daerah: Dibeli dari Penyedot

Oplus_131072

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Maraknya aktivitas mafia Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi di wilayah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) nampaknya bukan lagi sesuatu hal yang baru.

Pasokan BBM subsidi yang seharusnya ditujukan untuk masyarakat yang kurang mampu, malah disalahgunakan atau dimanfaatkan oknum-oknum atau kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi.

Seperti hasil wawancara media ini dengan seorang penadah BBM di Buton inisial MI mengatakan, bahwa dirinya membeli BBM jenis Solar dan Pertalite dari para penyedot.

“Dari penyedot, ini banyaknya penyedot, saya beli sama mereka,” kata MI sembari menunjuk beberapa penyedot (pengendara roda dua) tidak jauh dari SPBU Pasarwajo, Selasa (17/3/2026) sore.

Lanjut MI, alasan dirinya harus membeli BBM melalui para penyedot karena ia tidak memiliki izin atau dokumen resmi untuk langsung membeli di SPBU.

“Saya tidak dari Pertaminanya, dari anak-anak penyedot. Dari Pertaminanya dari tangkinya memangnya saya punya dokumen resmi,” ungkapnya.

BBM yang berhasil dikumpulkan melalui para penyedot itu kata MI, dijual kembali ke sejumlah langganannya yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Buton, termasuk dijual ke luar daerah seperti Wanngi-wangi (Wanci), Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

“ke Wanci ke Lasalimu, solar sebagian juga. Sebagian untuk masyarakat sini, saya punya banyak langganan di Lasalimu itukah, dari Wasaga sampe bagian sana saya punya langganan,” bebernya.

Untuk memudahkan usahanya, MI membuat tempat untuk para penyedot sehingga memudahkan mereka menyedot kembali BBM yang dibeli dari SPBU, jarak tempat penyedotan itu pun kurang lebih sekira 50 meter dari SPBU.

“Mereka ini beli sedot kembali, mereka ini numpang sama saya, saya suruh anak buahku disitu,” katanya seraya menunjuk ke arah tempat penyedotan.

Namun tambah MI, ia mengaku tidak hanya membeli dari para penyedot di Kabupaten Buton, tapi juga dari Kota Baubau.

“Saya beli dari Baubau, dari Pasarwajo. Saya tidak dapat (BBM-red) saya telepon temanku di Baubau,” imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, MI pada Maret 2026 ini telah mengirim atau menjual BBM jenis Solar dan Pertalite ke luar daerah tepatnya ke Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, dan itu diakui MI.

Terkait hal itu, Kasatreskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, S.H,.M.H akan menindaklanjuti maraknya mafia BBM di wilayah Kabupaten Buton.

“Terimakasih infonya, nanti kami akan tindaklanjuti,” kata Sunarton dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (17/3/2026) sore.

Diberitakan sebelumnya, SPBU di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga melakukan kecurangan dalam pengisian bahan bakar minyak atau BBM khususnya jenis Pertalite.

Hal itu lantaran SPBU diduga melayani pembelian BBM bersubsidi untuk para pengecer dengan cara modus operandi yang cukup rapi yaitu menggunakan kendaraan mobil atau motor yang bolak-balik isi Pertalite.

 

Seperti hasil pantauan media ini, Jumat (15/8/2025) sore di SPBU tersebut, terlihat sejumlah kendaraan khususnya kendaraan roda dua (motor) berjejer rapi yang diduga para pengecer mengisi Pertalite dengan cara bolak-balik.

 

Pemilik SPBU, Alvian saat dikonfirmasi membenarkan adanya aktivitas pengisian bolak-bolak jenis Pertalite tersebut. Namun, Ia mengaku sulit untuk melarang.

 

“Pokoknya cari-cari saja itu yang urus minyak, soalnya setengah mati maksudnya, memangnya kalo mereka pulang-pulang bale tidak mungkin kita harus berdiri-berdiri disitu, kita mau larang itu susah juga kita, lama-lama kita dipalang juga, kita setengah mati,” katanya ditemui di kediamannya, Jumat (15/8/2025) sore.

 

“Dari dulu kita itu (larang) hanya setengah mati juga kita,” sambungnya.

 

Menurut Alvian, salah satu alasan para pengendara itu bolak-balik isi BBM antara lain untuk dijual kembali ke pengecer dan Pertamini.

 

“Alasannya mereka itukan untuk isikan di penjual (pengecer-red) itu, Pertamini itu,” ujarnya.

 

Sebagai informasi tambahan, dari hasil penelusuran media ini, para pengendara yang mengisi BBM khususnya jenis Pertalite itu, disedot ke jerigen, kemudian kembali mengisi lagi di SPBU. (Adm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *