Ini Klarifikasi Pihak Sekolah Soal Oknum Guru di Buton Beri Makan Sampah Muridnya

0
1216

TERAWANGNEWS.com, Buton – Pihak sekolah mengklarifikasi terkait kasus yang menimpa salah satu guru di SD di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara yang menghebohkan jagad maya karena menghukum muridnya dengan memberi makan sampah.

Atas insiden tersebut, mewakili kepala sekolah, seorang guru di sekolah itu, Musrianto kepada sejumlah awak media membenarkan kejadian tersebut terjadi di sekolah nya pada Jum’at (21/1/2022) lalu.

Ia menyebutkan, oknum guru tersebut merupakan guru kelas IV berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saat kejadian ada lebih dari 10 siswa kelas III turut dihukum karena membuat gaduh saat guru kelasnya terlambat hadir.

Mengenai sampah yang disebut-sebut dalam video adalah plastic makanan ringan yang posisinya saat itu berada dipaling atas tempat sampah di sekolah tersebut.

“Sebenarnya itu plastik snack yang belum terkontaminasi dengan sampah-sampah lainnya,”ungkap Musrianto kepada sejumlah media di sekolahnya, Rabu (26/1/2022).

Ia menjelaskan, saat kejadian oknum guru inisial M itu sedang mengajar di kelasnya, namun saat itu juga pelajar kelas III yang berada di sebelah kelas IV ribut. Para siswa sempat diperingati dua kali oleh oknum guru tersebut namun tak kunjung tenang.

“Saat itu hujan cukup deras jadi guru kelas III ini terlambat datang, sementara oknum guru ini merupakan petugas piket juga sementara mengajar,” bebernya.

Kerena telah diperingati berulang, oknum guru itu secara spontan langsung mengambil bungkus makanan yang ada di dalam tempat sampah yang ada di depan kelas, memotongnya dalam ukuran kecil dan lansung diberikan kepada lebih dari 10 siswa untuk digigit.

Pihak sekolah telah menegur guru bersangkutan, dan Senin (24/1/2022) para orang tua dan oknum guru tersebut telah bersepakat damai dan mengakui kesalahnnya di depan para orang tua murid.

“Oknum guru bersangkutan saat mediasi itu merasa bersalah, khilaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” tambahnya.

Selanjutnya kata Musrianto tindakan tegas lainnya menunggu keputusan kepala sekolah yang lebih memiliki kewenangan.

Pengakuan pihak sekolah para murid yang mendapat hukuman telah mengakui kesalahannya dihadapan para guru.

“Kemarin (25/1) para murid yang menjadi korban telah merasa bersalah karena menurut mereka karena tindakan mereka membuat oknum guru itu menangis dan tidak nyaman mengajar lagi disini dan guru serta murid sudah saling memaafkan,” tutupnya.

Sebelumnya salah satu  keluarga korban mengupload dua video pendek berdurasi 1 menit 30 detik dan durasi 30 detik berisi dirinya mewawancarai sang oknum guru dan pengakuan keponakannya yang terdzalimi karena diberi makan sampah di laman Facebooknya Bernama Prischa Leda.

Video yang telah beredar selasa malam itu telah puluhan kali dibagikan nitizen. Lebih dari 100  komentar miring mencuat dipublik.

Editor: La Ode Ali

Sumber: rri.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here