Dorong Percepatan Vaksinasi, Kapolres Buton: Masyarakat Jangan Cepat Puas dengan Dosis 1 Saja dan Tidak Perlu Takut Divaksin

0
51

TERAWANGNEWS.com, Buton – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), AKBP Gunarko mengingatkan masyarakat agar tidak cepat puas dengan vaksinasi Covid-19 dosis 1 saja, tapi harus dilengkapi dengan dosis 2.

“Jangan cepat puas dengan dosis 1 saja, supaya manfaatnya maksimal harus dibarengi dosis 2,” kata Kapolres Buton di kantornya, Kamis (24/2/2022).

Setelah 6 bulan pasca vaksinasi dosis 2 lanjut Kapolres, masyarakat diharapkan melakukan vaksinasi booster (dosis ke tiga). Begitu juga dengan lanjut usia (lansia).

Adapun jenis vaksin booster yang digunakan yaitu Pfizer dan AstraZeneca.

“Kemudian setelah 6 bulan booster lagi, kalo lansia 3 bulan sesuai dengan edaran dari Kemenkes,” ujar Gunarko.

Walau tak menyebutkan berapa presentase capaian vaksinasi secara umum di Kabupaten Buton. Namun, diakuinya khusus untuk lansia presentasenya masih cukup kecil.

“Lansia ada, tapi presentasenya masih kecil,” sebutnya.

Kapolres juga berharap, masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi, bisa mengajak masyarakat lainnya.

“Setelah mereka disuntik dan tidak apa-apa, mereka bisa memberitahu yang lain dan mereka bisa jadi juru bicara jugakan, saya setelah divaksin malah lebih sehat. Malah ada yang sakit, setelah divaksin malah lebih sehat,” katanya lagi.

Gunarko mengingatkan, masyarakat tidak perlu khawatir atau takut jika setelah divaksinasi ada efek seperti nyeri di tempat suntikan dan demam.

“Ada demam dan ada sedikit nyeri, itu efek yang normal, biasa, jadi masyarakat nda perlu takut, tapi dalam satu dua hari normal kembali,” jelasnya.

“Jangan langsung salahkan vaksin, salahkan pemerintah, itu dampak yang normal, dan itu yang paham tentunya orang medis kan,” tutup Kapolres.

Sebagai tambahan informasi, dikutip dari detik.com berikut perbedaan vaksin Pfizer dan AstraZeneca:

Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca atau dikenal dengan vaksin Oxford dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi asal Inggris bersama peneliti dari Universitas Oxford. Vaksin ini menggunakan platform Adenovirus atau merekayasa virus agar menjadi vaksin, sehingga mampu menginfeksi virus lain.

Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat efikasi dari vaksin AstraZeneca ini mencapai 63,09 persen pada dosis kedua setelah interval 12 minggu dari dosis pertama.

Bahkan, terbukti dapat mengurangi gejala COVID-19 yang kerap kali muncul pada orang yang terinfeksi.

Meskipun demikian, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kontraindikasi vaksin AstraZeneca, seperti alergi terhadap vaksin atau komponennya, dan riwayat alergi berat (anafilaksis) pada pemberian dosis pertama vaksin AstraZeneca.

Rekomendasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca dari BPOM

Usia +18 tahun

Rekomendasi Target Penerima Vaksin

• Pengidap gangguan jantung, pernapasan, obesitas

• Penyintas COVID-19*

• Pengidap HIV +*

• Pengidap gangguan imun*

• Ibu hamil

• bu menyusui

*Dengan anjuran tenaga kesehatan

Efek Samping Vaksin AstraZeneca

Berikut efek samping AstraZeneca yang umum terjadi:

Pusing, mual, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri di tempat suntikan, kelelahan, malaise (tidak enak badan), demam.

Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer merupakan vaksin berbasis mRNA yang tidak menggunakan virus hidup penyebab COVID-19. Berdasarkan uji klinis fase 3, vaksin Pfizer diklaim memberikan efikasi 95,5 persen pada usia 16 tahun ke atas, dan 100 persen pada anak-remaja yang berusia 12-15 tahun.

Rekomendasi Penggunaan Vaksin Pfizer dari BPOM

Usia +12 tahun

Rekomendasi Target Penerima Vaksin

• Pengidap gangguan jantung, pernapasan, obesitas

• Penyintas COVID-19*

• Pengidap HIV +*

• Pengidap gangguan imun*

• Ibu hamil

• Ibu menyusui

*Dengan anjuran tenaga kesehatan

Efek Samping Vaksin Pfizer

Efek samping vaksin Pfizer yang dilaporkan umumnya berlangsung selama beberapa hari, mencakup:

Nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, demam.

Penulis: La Ode Ali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here