Wujudkan Harapan Masyarakat Lapaleagi Bangun Tanggul Sungai, Sabaruddin Paena: Saya Hanya Menyahuti Apa yang Menjadi Permintaan Mereka

0
188

TERAWANGNEWS.com, Buton – Rasa syukur terucap dari sejumlah warga Dusun Lapaleagi, Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra). Bagaimana tidak, keresahan mereka selama ini, kini sudah terjawab.

Sebab, dari tahun ke tahun, khususnya jika musim penghujan tiba, mereka harus menyaksikan dan merasakan luapan air sungai. Namun, hal itu nampaknya tidak akan terjadi lagi. Pasalnya, saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga sudah mulai membangun tanggul sungai atau normalisasi dan perkuatan tebing sungai.

“Kami di sini sangat bersyukur sekali, karena permintaan kami ternyata bisa disahuti oleh Pemerintah Provinsi melalui proposal yang kami berikan ke Pak Sabaruddin Paena,” ucap sejumlah warga Dusun Lapaleagi, Jum’at (13/5/2022).

“Mudah-mudahan kasian kalo sudah selesai tanggul ini dibuat, kalo dia hujan, dia tidak meluap lagi airnya, karena selama ini kasian kalo sudah hujan, sering dia meluap ini air sungai, sekali lagi terimakasih Pak,” sambung mereka sambil menoleh ke arah Sabaruddin Paena.

Senada dengan Kepala Dusun Lapaleagi, La Sipran. Ia juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Sabaruddin Paena.

“Saya sebagai Kepala Dusun di sini dan secara pribadi, mengucapkan terimakasih banyak kepada beliau (Sabaruddin Paena-red) yang sudah mewujudkan apa yang menjadi harapan kami,” katanya.

Awalnya lanjut La Sipran, dirinya sempat pesimis dan mengira Sabaruddin Paena hanya menebar janji saja. Apalagi memang perolehan suara Sabaruddin Paena di Dusun Lapaleagi tidak signifikan saat Pilcaleg 2019 lalu. Namun, keraguannya itu kini sudah terjawab.

“Jujur selama dua tahun ini, program ini belum juga ada, kami dan khususnya saya sempat pesimis dan berpikir bahwa Sabaruddin Paena ini cuma janji-janji saja. Apalagi memang suaranya beliau di sini waktu Pilcaleg lalu tidak signifikan, karena biasanya itu suaranya harus banyak atau membanggakan. Tapi, alhamdulillah hari ini sudah bisa diwujudkan,” ungkapnya.

“Sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Sabaruddin Paena,” sambungnya.

Sama halnya dengan Kepala Desa Kumbewaha, Muharuddin. Mewakili Pemerintah Desa, ia juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi melaui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, terkhusus Sabaruddin Paena.

“Saya selaku Kepala Desa mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Gubernur, Pak Ali Mazi melalui dinas terkait, hususnya kepada Bapak Sabaruddin Paena yang sudah mau mewujudkan harapan masyarakat kami,” ucapnya.

Menurutnya, Sabaruddin Paena sudah sering membantu masyarakat dan desanya, antara lain bantuan dana pembangunan masjid.

“Jadi memang beliau ini sudah sering membantu masyarakat dan desa ini, ini sudah yang kesekian kalinya. Jujur secara pribadi kadang saya jadi malumi juga dengan beliau ini,” bebernya.

Ia berharap, dengan adanya tanggul sungai tersebut, masyarakat Kumbewaha khususnya di Dusun Lapaleagi tidak resah lagi ketika musim penghujan tiba.

“Kami berharap dengan dibangunnya tanggul ini, masyarakat kami di sini tidak resah lagi dengan luapan air sungai kalo sudah musim hujan,” harapnya.

“Dan kami juga di sini berharap semoga beliau (Sabaruddin Paena-red) selalu diberi kesehatan dan umur panjang serta bisa terus amanah dalam menjalankan tugasnya,” tutup Muharuddin.

Sementara itu, Sabaruddin Paena mengatakan bahwa, apa yang dilakukannya selama ini hanyalah bentuk pengabdiannya kepada masyarakat khususnya di daerah konstituennya (Kecamatan Wolowa, Siotapina, dan Lasalimu Selatan).

Sebab, ia sadar, amanah yang diembannya saat ini, juga berkat suara rakyat di Dusun Lapaleagi yang mengantarkan dirinya menjadi Anggota DPRD Periode 2019-2024.

“Saya inikan dari rakyat, dipilih rakyat, dan sudah menjadi kewajiban saya untuk mengabdi dan bekerja untuk mereka,” katanya saat memantau pekerjaan pembuatan tanggul sungai di Dusun Lapaleagi, Jum’at siang.

Ia juga mengakui bahwa, pembuatan tanggul sungai tersebut merupakan usulan ataupun permintaan warga Dusun Lapaleagi yang merasa resah terhadap luapan air sungai saat musim hujan. Sehingga mereka membuat proposal ditujukan ke Pemprov Sultra melalui dirinya.

“Jadi waktu saya ke sini, mereka minta dibuatkan tanggul sungai, sehingga saya sampaikan mereka buatkan saya proposal yang ditujukan ke Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, dan alhamdulillah hari ini sudah terwujud,” akuinya.

“Dan ini juga tentu berkat perhatian yang cukup besar dari Bapak Gubernur melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dibawah kepemimpinan Burhanuddin selaku Kepala Dinas, juga atas dukungan dari abang saya Anggota DPRD Sultra dari Partai Nasdem, Syahrul Said,” sambungnya.

Mestinya lanjut Politisi Nasdem ini, pembangunan tanggul tersebut sudah dikerjakan pada tahun 2020 lalu. Namun, karena adanya pandemi Covid-19 sehingga anggaran tidak bisa memenuhi semua program yang ada di wilayah Sultra termasuk Kabupaten Buton.

“Memang program ini harusnya dari tahun 2020 dan memang sudah ada perencanaannya, tapi karena ada Covid, anggaran itu tidak bisa memenuhi semua program-program yang ada di Sulawesi Tenggara termasuk di Kabupaten Buton,” ungkapnya.

Mengenai program lainnya di beberapa desa di wilayah konstituennya tambah Legislator Buton ini, tinggal menunggu pembangunan fisiknya. Karena sudah masuk dalam tahap perencenaan.

“Soal program-program desa-desa lainnya seperti di Desa Kumbewaha ini yang di Dusun Bajo nya, kemudian Desa Manuru dan Kuraa, alhamdulillah sudah masuk dalam tahap perencanaan dan saya akan kawal terus sampai fisiknya turun. Untuk itu saya juga meminta doa dukungan masyarakat Siotapina khususnya bagi desa-desa mendapatkan program tersebut,” tambahnya.

Disinggung mengenai politik kedepan, Sabaruddin Paena enggan berkomentar banyak. Baginya, saat ini ia hanya ingin fokus mengabdi dan bekerja untuk rakyat sampai masa akhir jabatannya tahun 2024 mendatang.

“Saya hanya ingin fokus mengabdikan diri dan bekerja untuk masyarakat, soal Pilcaleg 2024 nanti, semua terpulang kepada masyarakat. Dan kalopun apa yang saya lakukan selama ini dianggap sebagai pencintraan, itu juga hak mereka. Saya hanya berusaha agar jabatan yang saya emban sekarang ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Buton ini.

Diakhir wawancara, Sabaruddin Paena kembali menegaskan bahwa, saat ini ia tidak lagi melihat berapa suara yang diperolehnya saat Pilcaleg lalu. Juga apa yang dilakukannya selama ini adalah sebagai bentuk pendidikan politik ke masyarakat.

“Lagi-lagi saya sudah berkomitmen bahwa saya tidak lagi melihat berapa suara saya, dan juga saya ingin selalu memberikan pendidikan politik kepada masyarakat bahwa kita ini hanya berpikir tentang asas manfaat yang harus dirasakan oleh masyarakat,” katanya lagi.

Jujur masih kata Sabaruddin Paena, jika melihat jumlah suara yang ia peroleh, secara matematika, rugi. Tapi, ia sudah bertekad bahwa karena ia sudah dipilih masyarakat Dusun Lapaleagi, maka wajib hukumnya untuk membuktikan apa yang menjadi harapan masyarakat itu sendiri.

“Jujur kalo berpikir tentang suara, memang secara matematika kita rugi dan untuk apa, ini yang selalu terbawa dari masing-masing pemikiran orang. Tapi, lagi-lagi komitmen saya karena sudah dipilih oleh masyarakat Dusun Lapaleagi, maka wajib hukumnya untuk saya membuktikan apa yang menjadi harapan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Amatan media ini, Sabaruddin Paena juga menyempatkan diri melaksanakan Salat Jum’at di Dusun Lapaleagi. Salat Jum’at keliling merupakan rutinitas yang dilakukannya sejak dilantik menjadi Anggota DPRD Buton tahun 2019 lalu khsusunya di wilayah konstituennya.

Penulis: La Ode Ali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here