Ketua KSM di Buton Ini Akui Tak Terima Full Dana Pembuatan MCK dari PUPR

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pembuatan mandi cuci kakus (MCK) Desa Matawia, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Harman mengaku tak terima full dana pembuatan MCK dari Dinas PUPR Kabupaten Buton.

Hal itu diungkapkan Harman kepada media ini saat di temui di Kantor Desa Matawia baru-baru ini.

“Intinya tidak ful, mungkin ada pemotongan pajaknya ini-ini begitu, yang jelas dari 10 juta tidak ful mgkin disitu ada pemotongan pajaknya dan lain lainlah,” katanya.

Saat ditanya lebih lanjut, berkurangnya dana dari Rp10 juta per unit pembuatan MCK itu apakah karena adanya PPh? Harman tidak bisa menjelaskan secara pasti. Namun, dana tersebut masuk ke rekening mereka (KSM).

“Jelas toh, mau terima murni zaman sekarang tidak ada pak, otomatis tidak ful, yang jelasnya kita tidak tau juga soal pajak dan kebutuhan segala macam itu,” ujarnya.

Mengenai pembelanjaan bahan lanjut Harman, ada beberapa yang ditangani pihak PUPR berdasarkan permintaan dari mereka (KSM), seperti septik tank, sementara lainnya seperti semen, kloset dan pipa ditangani sendiri.

“Itukan dia masuk di kita punya rekening, masuk, tapi kan ini barang seperti septik tank tadi susah pak, mau ambil dimana, yang jelas kita minta bantuan dari pihak PUPR tolong jembatangi kami karena disini kecuali perusahaan yang anu,” ungkapnya.

Sementara itu tambah Harman, berdasarkan hasil kesepakatan rapat ditentukan untuk upah kerja pembuatan MCK per unit sebesar Rp800.

“HOK nya kemarin kita sudah rapat dgn (pihak PU-red), disinikan banyak swadaya dan kita sudah sampaikan juga itu ke masyarakat, kan HOK nya 800 ribu pada waktu itukan kita sesuaikan dengan porsi anggaran,” sebutnya.

Harman menambahkan, sejauh ini pekerjaan 75 unit MCK tersebut baru sebatas fondasi karena anggarannya dilakukan secara bertahap. Ia pun menargetkan pekerjaan itu akan selesai 100 persen pada November 2023 mendatang.

“Kan sebelum keluar tahap kedua itu kita harus bikin dulu fondasinya. Target paling lama sampe November,” katanya.

Namun, yang menjadi kendala masih kata Harman, beberapa penerima MCK terkadang enggan untuk mengambil bahan-bahan atau material untuk membangun MCK tersebut.

“Kemarin saya sudah sampaikan kepada pelaku atau penerima silahkan datang ambil bahannya tapi sebatas klloset, pipa dan semen. Tapi ada beberapa orang tadi kita suruh kita hubungi bahwa ambilmi kamu punya barang ini supaya kerjakan, ternyata sampai hari ini mereka tidak datang sehingga semen yang ada itu saya alihkan ke tempat lain maksudnya daripada dia keras kebetulan sudah ada tandonnya itu supaya bisa cor,” pungkasnya.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, awak media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PUPR Kabupaten Buton khususnya Kabid Cipta Karya, Asrul. Berulang kali dihubungi melalui teleponnya tapi tidak terhubung.

Diberitakan sebelumnya, dana pembuatan MCK tersebut diduga dipotong oleh pihak PUPR Kabupaten Buton, dari anggaran Rp10 juta per unit berkurang menjadi Rp8 juta.

(al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *