SMPN 51 Buton Terancam Ambruk, Anggota DPRD Rudin Geram Minta Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra ‘Bangun’

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 51 Buton di Dusun Wabou, Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara terancam ambruk akibat sungai La Karima mengalami abrasi.

Kondisi tersebut semakin parah karena hujan yang terus mengguyur wilayah itu akhir-akhir ini, akibatnya sungai La Karima terus banjir dan mengikis satu bangunan di sekolah tersebut.

Tak hanya itu, sungai yang meluap juga mengakibatkan bangunan di sekolah itu terendam banjir.

Kondisi ini membuat Anggota DPRD Buton, Rudin geram. Menurutnya, hal itu bukan kali pertama terjadi, di tahun 2025 ia pun sempat turun langsung meninjau lokasi tersebut, yang kemudian disusul Wakil Bupati Buton, Syarifuddin Saafa.

Namun, meskipun Wakil Bupati Buton sudah turun dan melihat langsung kondisi itu, hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

“Berilah perhatian yang serius tentang sarana dan prasarana pendidikan yang berada di Desa Lawele tepatnya di SMPN 51 BUTON di Dusun Wabou, Kecamatan Lasalimu,” kata Rudin kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Sabtu (9/5/2026) malam.

Rudin tak menampik, ditengah efisiensi anggaran dewasa ini, tentu banyak program yang mungkin tidak bisa dilakukan, hanya saja ia meminta agar Pemda lebih memprioritaskan penggunaan anggaran kepada hal-hal yang lebih urgen.

“Saya paham ditengah efisiensi seperti ini, tapi cobalah geser anggaran yang belum memadai peruntukannya, jangan kita mendahulukan kawan sejati atau kawan politik,” pintanya.

“Pahami kondisi pada pengalaokasian anggaran jangan tunggu roboh bangunan tersebut baru kita pura-pura kunker lagi di wilayah terdampak. Bangunlah jiwamu wahai Sang Bupati gedung sekolah di SMPN 51 butuh perhatian yang serius dimana kondisi sekarang hujan sudah mulai intens dan tinggi,” geramnya.

Anggota DPRD dari Partai Demokrat itu pun merasa prihatin dengan cara dan strategis pengalokasian anggaran di wilayah Kabupaten Buton. Ia meminta penggunaan anggaran bisa tepat sasaran dan tepat guna.

“Saya selaku Anggota DPRD Kabupaten Buton prihatin dengan cara dan strategis pengalokasin anggaran di wilayah Kabupaten Buton. Ayo coba kita serisus dan proakatif agar pengalokasian anggaran tepat sasaran dan tepat guna,” tutup Anggota DPRD dari Dapil 2 itu.

Hingga berita ini diterbitkan, terawangnews.com belum mendapatkan konfirmasi dari pemerintah daerah. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *