Siswa TK Wakailampa Dilarang Makan Ikan Menu MBG dari SPPG Matanauwe Buton, Diduga Bau Tak Sedap dan Gatal, Mitra Minta Bukti

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Salah satu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan dari Dapur SPPG Matanauwe, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga tak layak konsumsi.

Pasalnya, ikan yang dibagikan kepada siswa khususnya di TK Wakailampa, Desa Matanauwe diduga memiliki bau yang tak sedap, serta gatal. Akibatnya, guru di sekolah tersebut melarang siswanya untuk makan ikan, takut terjadi sesuatu.

“Ikannya dia gatal, mungkin tempat beli beda, akhirnya kita larang siswa dia makan jangan sampe dia kenapa-kenapa,” kata salah satu guru TK Wakailampa kepada media ini melalui telepon, Kamis (11/6/2026).

Hal itu lanjut guru, diketahui ketika ada siswa yang mengeluh ikan yang dibagikan berbau tak sedap. Mendengar hal itu, guru pun mencoba mencicipi ikan dimaksud, alhasil merasa gatal-gatal dan langsung melarang siswa memakan ikan tersebut.

“Setelah dirasa ada yang gatal-gatal ada yang tidak, tapi saya larang semua siswa janganmi makan itu ikan takutnya dia terjadi apa-apa,” ungkapnya.

Sebelumnya, media ini mendapat laporan dari salah satu orang tua siswa yang menceritakan bahwa anaknya tidak makan ikan lantaran dilarang gurunya di sekolah.

“Saya tanya apa menu MBG hari ini, dia cerita, tapi katanya ikan dia tidak makan karena dia bau dan guru dia larang makan ikan,” cerita orang tua siswi tersebut, Kamis (11/6/2026).

Menanggapi hal itu, mitra Dapur SPPG Matanauwe, Wa Ode Munzila justru meminta bukti dan nama orang tua siswa serta guru yang memberikan informasi tersebut.

“Tolong kirimkan buktinya biar mereka anggota Polsek sy arahkan ke lokasi temui guru & orang tua murid,” tulis Munzila saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (11/6/2026) sekira pukul 11.46 WITA.

“Tolong kirimkan bukti barangnya di dapur biar kita sama2 tau. Kirimkan nama guru & orang tua murid nya,” sambungnya.

Saat awak media ini mengatakan, bahwa media tidak wajib menyebutkan nasarumber maupun memperlihatkan bukti. Munzila, tetap bersikukuh harus ada bukti.

“Iya infomasinya harus dgn bukti pak..krn sy sebagai mitra bertanggung jawab penuh,” pungkasnya.

Awak media ini pun menyarankan kepada agar mencari kebenaran informasi tersebut ke pihak sekolah dalam hal ini TK Wakailampa, belum dibalas Munzila. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *