Dekat Pemukiman, Warga Gonda Lama Buton Keluhkan Debu Aktivitas AMP: Mengaku Pasrah dan Sudah Terbiasa

Oplus_131072

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Warga Gonda Lama, Desa Waangu-angu, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara keluhkan debu dari aktivitas AMP PT. Cahaya Lestari Indah.

Seperti informasi yang berhasil dihimpun media ini terhadap beberapa warga di Gonda Lama, bahwa debu dari perusahaan sudah dianggap biasa, walau sesungguhnya merasa terganggu atas aktivitas tersebut.

“Terganggu juga tapi kita sudah biasa,” kata salah seorang warga di temui di kediamannya tidak jauh dari perusahaan AMP, Rabu (8/4/2026) siang.

Ia mengaku, debu yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan itu cukup berbau. Namun, lagi-lagi dia sudah terbiasa dengan hal itu.

“Baunya tidak terlalu,” ungkapnya.

Terkait kompensasi dari perusahaan, ia mengaku hanya 5 kilo beras setiap tahun yang diterima tepatnya setiap Hari Raya Idul Fitri.

“Paling di lebaran itu 5 kilo beras,” kata pria yang sudah tinggal di wilayah tersebut sejak 1995 lalu.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, memilih bertahan tinggal di Gonda Lama walaupun merasa terganggu dengan debu AMP tersebut.

“Kita ini bertahan saja kasian, sudah beginimi kalo sudah berdebumi,” katanya, Senin (8/4/2026) siang.

Menurutnya, debu semakin parah bahkan sampai masuk ke dalam rumah, jika aktivitas perusahaan itu dilakukan di musim barat.

“Untung juga tidak diambil, tapi kalo diambil di musim barat, semua dia hitam rumah, kalo musim barat masuk dalam rumah, orang batuk, busuk (bau debu-red) itu,” ungkapnya.

Mengenai bantuan atau kompensasi yang diberikan perusahaan lanjut dia, hanya setahun sekali tepatnya di Hari Raya Idul Fitri yaitu 5 kilo beras dan satu botol minum jenis sirup, sebihnya tidak ada.

“Hanya 5 kilo beras dan satu botol, selebihnya tidak ada. Selama kita tinggal disini tidak ada seperti uang,” bebernya.

Amatan media ini, debu nampak menempel di sejumlah pohon dan daun serta rumah warga akibat aktivitas perusahaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, terawangnews.com masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak perusahaan. Begitu juga dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buton. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *