Walau Minus Medali, Semangat Kafilah Buton Tetap Membara

0
36
Bupati Buton, La Bakry bersama sejumlah Pimpinan Forkopimda

TerawangNews.com, BUTON – Berbeda dengan sebelumnya, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII tingkat Sulawesi Tenggara tahun 2020 membuat prestasi Kabupaten Buton menurun. Salah satu penyebab utamanya karena digelar secara virtual. Para Kafilah Buton belum terbiasa mengikuti lomba dari balik layar.

Kendati Buton keluar dari 10 besar, Pemerintah Kabupaten Buton tidak lantas membuat Kafilahnya pupus harapan. Sejumlah hadiah atau reward bakal disiapkan sebagai penyemangat, sebab masih banyak kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Sekda Buton, Alimani SSos MSi mengatakan, hasil yang didapatkan pada MTQ Sultra ke-28 merupakan hal biasa. Menurutnya dalam perlombaan harus mengakui setiap keunggulan yang dimiliki oleh peserta dari daerah lain.

“Dalam lomba kali ini bukanlah berarti Kabupaten Buton dengan tidak dapat juara, mematahkan semangat kita. Tapi semua ini harus menjadikan motivasi untuk kita lebih baik lagi ke depannya. Memang juara tidak bisa kita miliki untuk tahun ini, tapi harapan dan semangat tidak boleh kita hilang,” ujarnya.

Pengalaman MTQ kali ini, kata dia, akan dijadikan bahan evaluasi bersama pihak Kementerian Agama Kabupaten Buton. Sehingga pada pelaksanaan MTQ berikutnya Kafilah bisa mempersembahkan hasil yang terbaik.

“Kita akan evaluasi semuanya khususnya dalam hal ini Kementrian Agama Kabupaten Buton. Saya yakin beliau sudah ada program-program yang secara kongkrit nanti untuk kita lakukan agar lebih baik lagi ke depan,” ucap Alimani.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Buton, H Mansur SPd MA menuturkan, selama ini mereka sudah melakukan pembinaan. “Hanya saja kita belum terlalu siap menghadapi MTQ yang dilaksanakan secara virtual,” katanya.

“Kalau pembinaan kita sudah cukup bagus. Pemda juga sudah mendukung kegiatan ini, hanya karena pertama mungkin daerah lain lebih siap dari kita. Yang kedua mungkin sistim virtual ini menjadi sesuatu yang baru bagi kita sehingga anak-anak kita ini masih terkendala secara teknis,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan lebih giat lagi agar pada pelaksanaan MTQ berikutnya, Kabupaten Buton bisa meningkatkan prestasinya. Ia juga mengaku banyak mendapatkan pengalaman dari para peserta yang mendapatkan juara untuk nantinya dapat diterapkan untuk para peserta Kabupaten Buton.

Untuk itu, pihaknya akan lebih giat lagi agar pada pelaksanaan MTQ berikutnya, Kabupaten Buton bisa meningkatkan prestasinya. Ia juga mengaku banyak mendapatkan pengalaman dari para peserta yang mendapatkan juara untuk nantinya dapat diterapkan untuk para peserta Kabupaten Buton.

Kendati gagal meraih prestasi, para peserta akan diupayakan untuk mendapatkan reward. “Untuk reward sudah pasti ada hanya dalam bentuk apa kami belum bisa sampaikan karena kami dan Pak Asisten masih koordinasi dengan Pak Bupati Buton, tapi yang pasti semua akan mendapatkan reward dari Pemda,” ujar Mansur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here