Pembangunan Pasar Kaloko Pasca Kebakaran Rampung 100 Persen, Kadis Perdagangan Buton Sebut Pedagang Enggan Tempati, Kok Bisa?

Oplus_131072

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Pembangunan Pasar Kaloko, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) pasca kebakaran dinyatakan pekerjaannya selesai atau sudah rampung 100 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Buton, Asruddin melalui telepon WhatsApp, Selasa (10/3/2026) siang.

“Sudah selesai 100 persen, tinggal kami mintakan pencairan keuangannya ini di keuangan,” kata Asrudin.

Meski begitu lanjut Asruddin, pihaknya belum bisa memastikan kapan bangunan itu digunakan oleh para pedagang. Sebab, dari 40 kios yang dibangun dianggap kurang oleh para pedagang, karena jumlah pedagang terdampak pasca kebakaran Pasar Kaloko beberapa waktu lalu sebanyak 138 orang.

“Kalo kapan digunakan, kan kami selaku dari pemerintah sudah komunikasikan dengan pemilik kios terdampak, kami tawarkan cabut lot itu kios yang 40 unit, tapi mereka belum mau karena 138 yang terdampak, sementara kios baru 40 jadi mereka belum mau karena masih banyak kurangnya,” jelas Asruddin.

Selain alasan itu kata Asruddin, khususnya lapak yang baru selesai dibangun seperti lapak ikan dan sayur-sayuran juga belum mau ditempati para pedagang, alasannya bervariasi diantaranya karena lokasinya berada dibagian belakang.

“Iya, kurang lebih seperti itu, tapi ada juga yang beranggapan karena tempatnya di belakang,” ungkapnya.

Ditanya apakah bangunan 40 kios dengan ukuran 3×3 meter itu hanya sebatas itu pekerjaannya, seperti tidak diplester dan hanya lantai kasar? diakui oleh Asruddin, karena anggarannya memang hanya cukup dibuat seperti itu.

“Kalo dengan anggaran tadi (sekira 200 juta lebih setelah dipotong pajak dan lain-lain-red) sudah 100 persen, sudah begitu karena anggarannya memang hanya begitu,” bebernya.

Ia pun belum bisa memastikan, apakah kedepan bisa dianggarkan lagi melalui anggaran perubahan atau tidak, mengingat efisiensi anggaran dewasa ini.

“Insya Allah ada, tapi sekarang ini Pemda karena efisiensi anggaran masih susah cari tambahan anggaran, nda tahu nanti di perubahan anggaran,” pungkasnya. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *