Soal Viral Oknum Anggota DPRD Baubau Kejar Pendemo, Aktivis Akmal Beberkan Hal Ini Minta Badan Kehormatan Beri Sanksi Tegas

TERAWANGNEWS.com, BAUBAU – Baru-baru ini viral di media sosial oknum Anggota DPRD Baubau, Sulawesi Tenggara terlihat mengejar pendemo saat aksi demonstrasi di Depan Kantor DPRD Baubau, Senin (20/4/2026).

Oknum Anggota DPRD Baubau tersebut adalah Hasan Basri dari Partai Golkar.

Selain melakukan pengejaran terhadap pendemo, Hasan Basri juga mengeluarkan kata-kata yang dianggap tak pantas dikeluarkan oleh wakil rakyat.

Salah seorang pendemo dari Aliansi Pemuda Patriot Paripurna, Akmal menilai, tindakan yang dilakukan Hasan Basri tersebut diduga adalah bentuk Intimidasi dan pembunuhan Karakter terhadap para demonstran.

“Saya menduga bahwasanya adanya indikasi pembunuhan karakter dari Anggota DPRD tersebut kepada para demonstran,” kata Akmal melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/4/2026) sore.

“Bahkan saya melihat respon dan tindakan Anggota DPRD itu bukan untuk meredam massa aksi tetapi tidak menutup kemungkinan akan melakukan intimidasi. Kalau memang dia meredam keributan yang terjadi saat berlangsungnya demonstrasi pastinya bukan melakukan pengejaran tetapi pastinya dia tetap tenang dengan pembicaraan yang baik,” sambungnya.

Akmal menuturkan, aksi pengejaran terhadap dirinya itu bermula, saat ia mempertanyakan soal fungsi pengawasan DPRD terkait pembatalan Selter JPT Sekda Kota Baubau oleh Walikota. Namun, bukannya mendapatkan jawaban pasti, ia justru dikejar oleh Hasan Basri.

“Kenapa Selter JPT Sekda Kota Baubau dibatalkan oleh Walikota dan dimana fungsi pengawasan DPRD dan kenapa DPRD tidak mempertanyakan dasar hukum pembatalan Selter tersebut ke Walikota dan kenapa anggaran dikeluarkan dua kali berarti ada pemufakatan antara DPRD dan Walikota Baubau dengan nada keras saya mengucapkan hal itu, dengan itu Hasan Basri langsung dengan spontan mengejar saya dan saat itu keadaan masih genting sehingga saya langsung melarikan diri,” jelas Akmal.

Jadi pada intinya lanjut Akmal, aksi pengerjaan Hasan Basri dan beberapa staf DPRD Baubau itu bukan karena kalimat ‘Saya Banting Kamu Orang’. Sebab, saat mengeluarkan kalimat tersebut, ia masih berada di tempat.

“Pada intinya Anggota DPRD beserta stafnya mengejar saya bukan karna kata banting, itu hanya pengalihan isu karena pada saat saya mengeluarkan kata banting itu saya masih berada di tempat,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap Hasan Basri diberikan sanksi tegas dari Badan Kehormatan DPRD Baubau, serta permintaan maaf secara terbuka dan evaluasi moral.

Selain itu, ia juga meminta Polri menindak tegas oknum yang melakukan kekerasan atau arogansi, sejalan dengan perlindungan hukum atas kebebasan berpendapat sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998, serta menghentikan cara-cara represif dalam menghadapi mahasiswa.

“Serta DPRD diharapkan mengubah pendekatan menjadi dialogis, bukan represif. Demonstrasi adalah kontrol positif yang harus disambut dengan ruang diskusi, bukan arogansi atau ancaman, sesuai fungsi representasi DPRD,” harapnya.

“Kami juga meminta pemberhentian terhadap oknum yang anarkis dan diberikan sanksi pidana jika arogansi fisik terbukti,” sambung Akmal.

Terkait itu, awak media ini belum bisa mendapatkan konfirmasi atau tanggapan dari Hasan Basri maupun pihak terkait lainnya. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp belum dibalas Hasan Basri, begitu juga ditelepon belum terhubung.

Namun, sebelumnya dikutip dari TribunnewsSultra.com, Hasan Basri mengungkapkan tidak ada maksud mengusir para demonstran.

Ia menjelaskan, demonstran yang datang langsung hendak membakar ban di teras DPRD dengan membawa bensin dan ban mobil. Aksi tersebut kemudian dilarang oleh staf dewan.

“Kalau bilang saya mengusir, tidak. Mereka begitu datang langsung mau membakar ban di teras DPR, dan membawa langsung bensin dengan ban mobil, untuk dia mau bakar. Kemudian terjadilah larangan sama staf dewan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, demonstran juga ingin bertemu pimpinan DPRD, namun sedang tidak berada di Kota Baubau.

Hasan Basri mengaku telah menjelaskan kondisi tersebut kepada para demonstran, tetapi mereka tidak menerima dan menyatakan tidak membutuhkan penjelasannya.

Ia menambahkan, demonstran kemudian meminta seluruh anggota DPRD keluar untuk menemui mereka.

“Dia bilang panggil keluar, saya bilang bagaimana mau dipanggil keluar? Tidak ada. Kalau begitu panggil semua anggota DPR datangkan di sini, nanti saya banting-banting,” jelasnya.

Mendengar perkataan tersebut, Hasan Basri menanyakan siapa yang dimaksud. Ia mengaku ditunjuk dan disebut juga akan dibanting.

“Dia tunjuk saya, kamu juga saya mau banting. Saya bilang, oh begitu saya turun. Begitu saya turun, dia langsung lari,” bebernya.

Hasan juga menyebut, saat itu ia belum mengetahui aspirasi yang ingin disampaikan para demonstran. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *