Di Buton, Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Kembali Dilaksanakan

0
191

TerawangNews.com, BUTON – Sejak tanggal 16 November 2020, pembelajaran tatap muka di sekolah sudah kembali dilaksanakan di wilayah Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Endang Bose, S.Pd mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) bersama 4 menteri bahwa bagi daerah-daerah yang statusnya zona hijau dan kuning boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Kita mengacu pada SK bersama 4 menteri di era pandemi, karena yang boleh itu daerah zona kuning dan hijau, Buton sendiri zona kuning,” katanya, Kamis (19/11/2020).

Meski begitu lanjut Endang, sebelum pembelajaran tatap muka dilakukan, pihaknya terlebih dahulu melakukan sejumlah persiapan, khususnya di tingkat sekolah dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan gugus tugas Covid-19, kemudian setelah kita lakukan sejumlah proses dan melakukan penataan terkait sekolah-sekolah melakukan persiapan pembelajaran tatap muka di sekolah diantaranya spanduk-spanduk pencegahan Covid-19,” ujarnya.

“Kemudian setelah itu isi daftae kesiapan, kemudian mereka (sekolah-red) sedorkan ke kami, dan semua sudah memenuhi kesiapan itu, kemudian kami koordinasikan kesiapan ke gugus tugas dan gugus tugas merekomendasikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” sambung Endang Bose.

Selain itu, dengan tetap mengacu pada SK bersama 4 menteri tersebut tambah dia, jumlah jam pada pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 dikurangi dari sebelumnya.

“Didalam SK bersama 4 menteri itu harus pengurangan jumlah jam, sehingga kami masing-masing SD dan SMP itu 20 menit per mata pelajaran, sehingga dikisaran jam-jam 10 itu sudah bisa pulang,” jelasnya.

“Selain itu jumlah siswa per satu kali tatap muka yaitu sebanyak 18 orang dengan jarak tempat duduk antara siswa satu dengan lainnya itu mininal 1 meter, dan kita juga bagi per shift,” terang Endang Bose (al).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here