Kerja Keras La Bakry Membuahkan Hasil, Tahun Ini Aspal Buton akan Digunakan Secara Nasional dengan Panjang 1.000 Kilometer

0
398

TERAWANGNEWS.COM, BUTON – Kerja keras La Bakry selama ini selaku Bupati Buton, sudah mulai membuahkan hasil. Bagaimana tidak, di tahun 2021 ini, aspal Buton akan digunakan secara nasional dengan panjang 1.000 kilometer.

Hal itu tentu, merupakan pencapaian yang patut diacungi jempol. Tanpa lelah, La Bakry terus menerus berusaha agar pemakaian aspal Buton lebih masif lagi yang berimplementasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

Alhasil, dari upaya yang dilakukan La Bakry itu, baru-baru ini Deputi Kementerian Koodinator Bidang kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meninjau sejumlah tambang aspal yang ada di Kabupaten Buton.

Selama kunjungannya di tambang aspal, Pejabata Kementerian itu didampingi langsung Gubenur Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH dan Bupati Buton, Drs. La Bakry, MSi serta Walikota Baubau Dr. H. AS. Tamrin, MH. Selain itu, turut serta dihadiri oleh kepala OPD Lingkup Pemprov Sultra dan Kepala OPD Lingkup Pemda Buton.

Kunjungan pertama dilakukan di Tambang Aspal di Lawele, Kecamatan Lasalimu, yang dikelola PT Wijaya Karya (WIKA) Bitumen, dilanjutkan dengan peninjauan di Pelabuhan Nambo. Setelah itu rombongan melanjutkan kunjungan di PT Kartika Prima Abadi (KPA) dan dilanjutkan di Pelabuhan Banabungi (PT WIka Bitumen). Selanjutnya Rombongan Kembali di Rujab Bupati Buton, Malige Daonawajo Pasarwajo.

Kedatangan sejumlah rombongan Kementerian tersebut sebagai wujud komitmen Pemerintah Pusat terkait pemanfaatan dan penggunaan aspal Buton (Asbuton) agar ditingkatkan produksinya dan dapat dimanfaatkan lebih banyak lagi untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional segera terwujud.

Ayodhia G L Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Maritim dan Investasi (Marves) RI mengatakan, kunjungannya kali ini dalam rangka menindaklanjuti arahan Menko Marves RI,  Luhut Binsar Panjaitan pada rapat koordinasi yang dilaksanakan sebelumnya.

“Tujuannya untuk mendapatkan gambaran mengenai potensi aspal di wilayah Buton. Sekaligus memastikan infrastruktur maupun sarana prasarana pendukung lainnya sehingga pada saat dilakukan pendistribusian kedepanya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Di Buton, kata Ayodhia, Gubernur Sultra bersama Bupati Buton menunjukkan langsung wilayah yang dapat dieksplorasi dan dieksploitasi untuk kepentingan masyarakat dan perekonomian agar lebih berkembang lagi.

Menurut Ayodhia, komitmen Pemerintah Pusat sudah jelas untuk mendukung pemanfaatan aspal Buton. Dalam skala nasional, Pemerintah melihat pemanfaatan Asbuton juga sebagai substitusi impor, karena merupakan produk asli dalam negeri.

“Ini adalah program nasional dan Presiden sudah berpesan berulang kali. Wilayah Buton dikaruniai oleh Allah suatu kekayaan alam yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijaksana,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, SH menyambut baik kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenmarves beserta rombongan. Menurutnya, kedatangan Deputi dari Kemenkomarves beserta rombongan dalam rangka meninjau langsung kesiapan Aspal Buton untuk program nasional merupakan anugerah yang sangat luar biasa.

“Hari ini Deputi, Pemerintah Provinsi bersama Kabupaten dan Kota ikut bersama menyaksikan bahwa ini bukan cerita rekayasa tapi betul-betul nyata bahwa aspal Buton untuk digunakan kepentingan bangsa dan negara bahkan luar negeri,” katanya.

Lebih lanjut, Politisi Nasdem itu menyampaikan bahwa penggunaan Aspal Buton di tahun 2021 ini untuk pembangunan infrastruktur jalan nasional telah disepakati dan dianggarkan oleh Kementerian PUPR yaitu sekitar 1.000 kilometer.

“Jadi ini suatu kesyukuran bagi Pemerintah Daerah, maka harus segera didorong dan didukung semua kepentingannya. Baik kepentingan infrastruktur maupun kebijakan daripada pelaksanaan IUP itu sendiri,” pintanya.

Sementara itu, mengenai pembangunan infrastruktur pendukung lainnya menurutnya sudah jelas dari Pemerintah Pusat. Termasuk mengenai permintaan masyarakat dan Bupati Buton terkait pembangunan sarana prasarana seperti jembatan akan segera dikerjakan.

“Oleh karena itu kita tinjau lokasinya di Nambo. Kita lihat apa yang harus kita kerjakan. Dan ini tidak bisa menunggu. Langsung diawasi oleh Gubernur. Jadi tidak ada lagi halangan investasi, tidak ada yang ganggu dan segera kita kerjakan,” tegasnya.

Bupati Buton, La Bakry mengungkapkan, pada prinsipnya aspal Buton siap untuk memenuhi kebutuhan pengaspalan jalan 1.000 kilometer di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya juga atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Buton menyamnpaikan terima kasih yang setinggi-tinginya atas kunjungan Pemerintyah pusat dan Gubenur Sultra di Buton dalam rangka meninjau penggunaan aspal Buton. Ini semua tentu membawah berkah bagi Buton ke depan dan akan menjadi kembanggan masyartakat Buton,” katanya dengan nada syukur.

Dalam setiap kesempatan Ketua Golkar Buton ini juga menyampaikan jika penggunaan dan pemanfaatan aspal Buton mulai ditingkatkan maka serapan tenaga kerja akan berjalan dengan sendirinya. Selain itu, akan berimbas pada peningkatan pendapatan masyarakat dan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Jika ekonomi sudah tumbuh cepat, maka tentu Pendapatan Asli Daerah (PAD-red) akan terdongkrak. Dari PAD itu juga nantinya akan kembali diputar ke masyarakat,” kata Bupati Buton.

(al) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here