Desa  

Pemerintah Desa Sampuabalo Gelar Rembug Stunting

Oplus_131072

TERAWANGNEWS.com, BUTON – Pemerintah Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara melaksanakan rembug stunting dalam rangka melakukan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di gedung serbaguna Desa Sampuabalo itu turut dihadiri antara lain, Kepala Desa Sampuabalo, Drs. La Djahidin, Pendamping Desa Kecamatan, Rizal, perwakilan Pemerintah Kecamatan Siotapina, La Ode Armin, perwakilan UPT Puskesmas Siotapina, Anggota BPD, Kader Posyandu, Tokoh Masyarakat, dan sejumlah masyarakat desa setempat.

Oplus_131072

Kepala Desa Sampuabalo, La Djahidin mengatakan, rembug stunting merupakan forum musyawarah yang dilaksanakan untuk membahas berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu.

“Rembug stunting ini adalah forum musyawarah di tingkat desa untuk membahas berbagai upaya pencegahan dan penanganan stunting,” katanya.

Ia berharap, melalui forum tersebut seluruh kegiatan yang direncanakan dapat tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi masyarakat.

“Kita berharap tentu dengan kegiatan ini, apa yang direncanakan bisa tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata di masyarakat dalam hal peningkatan gizi,” harapnya.

Pendamping Desa Kecamatan Siotapina, Rizal menjelaskan, kegiatan ini merupakan perintah undang-undang, dimana masalah stunting ini adalah prioritas pemerintah pusat.

“Ini perintah undang-undang karena stunting periotas pemerintah pusat, jadi dana desa itu wajib mendanai persoalan stunting ini,” jelasnya.

Oplus_131072

Kegiatan ini juga lanjut Rizal, merupakan forum musyawarah untuk dimasukan dalam dokumen perencanaan tahun 2027 terkait dalam rangka penyusunan RKP.

Sementara itu perwakilan Pemerintah Kecamatan Siotapina, La Ode Armin mengatakan, pencegahan stunting tidak semata-mata dari pengembalian kebijakan di desa. Tetapi, semua pihak terutama kepala desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri.

“Pencegahan stunting tidak semata-mata bersumber dari pengambil kebijakan didesa tapi kita semua terutama kepala desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan masyarakat itu sendiri, kita dibutuhkan sama-sama bagaimana melakukan pencegahan stunting ini,” katanya. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *