Praktisi Hukum Imam Ridho Angga Yuwono Sarankan Program MBG Dikelola dengan Cara Soemitronomic: Dananya Ditransfer ke Orang Tua Siswa 2 Minggu Sekali

TERAWANGNEWS.com, BAUBAU – Salah satu praktisi hukum di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Imam Ridho Angga Yuwono, S.H.,M.H menyarankan program makan bergizi gratis (MBG) dikelola langsung oleh orang tua siswa.

Solusi persoalan MBG itu adalah dengan menerapkan Teori SOEMITRONOMIC, yaitu membangun ekonomi negara harus melalui unit terkecil ekosistem ekonomi.

Dalam ekosistem MBG, orang tua siswa adalah unit terkecil. Oleh karena itu caranya yaitu anggaran MBG bisa langsung ditransfer ke rekening orang tua siswa yang dilakukan 2 minggu sekali.

“Caranya, berikan saja anggaran MBG ke orang tua siswa. Jadi anggaran 15 ribu per hari itu ditransfer ke rekening orang tua siswa per dua minggu sekali,” kata Angga melalui rilis yang diterima media ini, Jumat (26/6/2026).

“Nanti di kontrol dengan jadwal menu yang disepakati oleh BGN dan orang tua siswa di masing-masing sekolah. Metode distribusi MBG seperti ini tidak perlu anggaran besar pada tahapan persiapan,” sambungnya.

Untuk pengawasannya lanjut Angga, dilakukan oleh masing-masing guru di setiap sekolah melalui jadwal menu yang telah ditetapkan.

“Bagi siswa yang tidak sesuai jadwal menu, anggarannya bisa ditarik ke kantin sekolah. Cara seperti ini untuk mengurangi proses masak MBG yang terlalu over kapasitas dan berdampak pada keracunan siswa,” jelasnya.

Disisi lain, anggaran MBG yang ditransfer langsung ke orang tua siswa bisa membuat pasar rakyat ‘bergairah’ dan ramai.

“Konsep distribusi seperti ini akan membuat pasar rakyat ‘bergairah’ dan ramai. Permintaan bahan baku ke petani, nelayan dan perternak berasal dari pasar rakyat, bukan pengusaha rente,” bebernya.

Tidak hanya itu, dengan cara ini maka akan banyak UMKM yang hanya dengan modal Rp5-10 juta bisa tumbuh dan berkembang, misalnya membuka warung bekal MBG.

“Akan banyak UMKM dgn modal 5-10 juta yang tumbuh, misalnya membuka warung bekal MBG. Disini dapur SPPG bisa beralih investasi, menjadi penyedia menu MBG, lalu orang tua siswa tinggal beli ke dapur SPPG tersebut,” paparnya.

“Dengan begitu, maka ekonomi kita ‘bergairah’, efeknya akan banyak terbuka peluang pekerjaan informal dan muncul bos-bos kecil UMKM di seluruh Indonesia,” tutup Angga yang merupakan salah satu Advokat ternama di Kota Baubau itu. (Adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *