Vaksinasi Corona Harus Lewati Evaluasi BPOM

0
14

TerawangNews.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian airlangga Hartarto mengungkap meski vaksin corona sudah datang di Indonesia, namun pelaksanaan vaksinasi corona masih harus melewati tahapan evaluasi BPOM.

“Meskipun vaksin corona telah tiba di Indonesia, tapi pelaksanaan vaksinasi harus melewati tahanan evaluasi BPOM untuk memastikan aspek mutu, keamanan dan efektivitas,” ujarnya dalam keterangan pers yang disiarkan langsung dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12/2020).

Airlangga pun menjelaskan kedatangan dan ketersediaan vaksin corona dilakukan secara bertahap. Begitupula pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan bertahap dengan memprioritaskan tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.

“Hal ini telah diatur secara teknis oleh Menteri Kesehatan,” tambah Airlangga.

Airlangga menjabarkan pengadaan vaksin corona tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 99 tahun 2020 dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 98 tahun 2020 tentang penugasan PT Bio Farma (Persero) dalam pengadaan vaksin corona.

Dalam peraturan-peraturan tersebut telah disebutkan dan diatur skema pelaksanaan vaksinasi yaitu vaksin program pemerintah yang disediakan secara gratis dan vaksin mandiri yang disediakan secara berbayar untuk masyarakat.

“Aturan rinci untuk kedua skema tersebut akan segera diterbitkan dalam satu dua minggu ke depan,” papar Airlangga.

Seperti yang diketahui, vaksin corona buatan Sinovac telah hadir di Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis dari Sinovac. Vaksin yang dibawa oleh pesawat Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Beijing-Jakarta ini menggunakan kargo khusus.

Dalam keterangan persnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih akan mengusahakan tambahan vaksin covid-19 sebanyak 1,8 juta yang akan didatangkan pada Januari 2021. (CNN Indonesia.com).

(al) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here