Bahas Program Desa Cantik, BPS Buton Gelar FGD

0
63

TERAWANGNEWS.com, Buton Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas Penguatan Data Sektoral Melalui Kelurahan Cinta Statistik (Cantik), Kamis (30/09/2021).

Giat FGD yang berlangsung selama 2 jam mulai 09.00-12.00 WITA di salah satu rumah makan di Pasarwajo itu turut dihadiri antara lain, Kepala BPS Kabupaten Buton, Kepala Bapeda Kabupaten Buton, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Buton, Camat Pasarwajo dan Lurah Saragi.

Program Desa Cinta Statistik (Cantik) ini merupakan bentuk tanggung jawab BPS dalam melakukan pembinaan statistik sektoral, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang statistik.

Melalui program ini, BPS menargetkan untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa. Adapun fokus utamanya adalah mempersiapkan aparatur desa agar lebih paham statistik.

Selain itu, BPS juga berharap bahwa nantinya akan ada komunitas-komunitas cinta statistik yang lahir di desa-desa. Kelurahan Saragi menjadi salah satu dari desa/kelurahan terpilih yang menjadi Kelurahan Cinta Statistik.

Kepala BPS Kabupaten Buton, Zablin mengatakan bahwa, ada dua jenis statistik yaitu statistik dasar dan statistik sektoral.

Statistik Dasar adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas, baik pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki ciri-ciri lintas sektoral, berskala nasional maupun regional, makro, dan yang penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab BPS.

Sedangkan, Statistik Sektoral adalah statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan tugas pembangunan yang merupakan tugas pokok instansi pemerintah yang bersangkutan.

“Karena statistik sektoral luas. Baik dari keragaman data, agar dapat diakumulasi dan dijadikan satu maka diperlukan keseragaman dalam hal norma, kriteria, prosedur dan standar. BPS sebagai pembina untuk menyusun standar. Bappeda sebagai koordinator dan Kominfo sebagai wali data. Sehingga perlu diingat bahwa 1 data Indonesia bukan berarti bahwa seluruh data dihasilkan oleh BPS,” kata Zablin dalam sambutannya dilansir dari lelemangura.com, Kamis (30/9/2021).

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Buton, Ir. Soedirman menyampaikan bahwa, sebagai peserta lomba dan peserta kegiatan FGD agar bisa mengajak masyarakat sekitar untuk lebih mengenal statistik.

Ditempat yang sama, Kepala Bapeda Buton, Ahmad Mulia mengatakan bahwa, hasil dari kegiatan lomba seminar tersebut sangat baik dan diharapkan kedepannya bisa dilakukan untuk semua desa.

Sementara itu, Lurah Saragi, Suarni mengapresiasi kegiatan BPS tersebut. Sebab, dapat memberikan informasi yang sangat bermanfaat untuk kemajuan Kelurahan Saragi kedepannya.

“Karena dari kegiatan ini didapatkan informasi terkait masalah-masalah untuk setiap RW,” ujarnya.

Sekedar informasi, kegiatan FGD penguatan data sektoral ini dilaksanakan sekaligus untuk penyelenggaraan Final Lomba Sensus Mini Berbasis Masyarakat (Seminar).

Peserta lomba yaitu 25 warga Kelurahan Saragi yang terbagi ke dalam lima kelompok, mewakili masing-masing RW di Kelurahan Saragi.

Tiga kelompok yang masuk final adalah kelompok dari RW 1, RW 3 dan RW 4.

Kelompok 1 mengangkat judul paparan “Pendidikan RW 1 Kelurahan Saragi Dalam Angka”. Kelompok 3 dengan judul paparan “Sensus Penggunaan KB di RW 3 Kelurahan Saragi”. Dan Kelompok 4 mengambil judul paparan “Potret Kepedulian Warga RW 4 Kelurahan Saragi”.

Artikel ini telah tayang di lelemangura.com dengan judul “BPS Buton Gelar FGD Bahas Program Desa Cantik”.

Editor: La Ode Ali

Sumber: Lelemangura.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here